Minggu, 06 Juli 2014

KJ.3 KAMI PUJI DENGAN RIANG

1. Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;
Bagai bunga t’rima siang, hati kami pun mekar.
Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t’lah lenyap.
Sumber suka yang abadi, b’ri sinarMu menyerap.

2. Kau memb’ri, Kau mengampuni, kau limpahkan rahmatMu
Sumber air hidup ria, lautan kasih dan restu.
Yang mau hidup dalam kasih Kau jadikan milikMu
Agar kami menyayangi, meneladan kasihMu.

3. Semuanya yang Kaucipta memantulkan sinarMu.
Para malak, tata surya naikkan puji bagiMu
Padang, hutan dan samud’ra, bukit, gunung dan lembah,
Margasatwa bergembira ‘ngajak kami pun serta.

4. Mari kita pun memuji dengan suara menggegap,
menyanyikan kuasa kasih yang teguh serta tetap.
Kita maju dan bernyanyi, jaya walau diserang,
Ikut mengagungkan kasih dalam lagu pemenang.

KJ.2 SUCI, SUCI, SUCI

1. Suci, suci, suci Tuhan Maha kuasa! Dikau kami puji di pagi yang teduh.
Dikau kami puji di pagi yang teduh. Suci, suci, suci, murah dan perkasa,
Allah Tritunggal, agung namaMu!

2. Suci, suci, suci! Kaum kudus tersungkur di depan takhtaMu memb’ri mahkotanya
Segenap malaikat sujud menyembahMu, Tuhan, Yang Ada s’lama-lamanya.

3. Suci, suci, suci! Walau tersembunyi, walau yang berdosa tak nampak wajahMu,
Kau tetap Yang Suci, tiada terimbangi, Kau Mahakuasa, murni kasihMu

4. Suci, suci, suci! Tuhan Mahakuasa! Patut Kau dipuji seluruh karyaMu.
Suci, suci, suci, murah dan perkasa, Allah Tritunggal, agung namaMu!

KJ 1. HALELUYA,PUJILAH

1. Haleluya! Pujilah Allah Yang Agung, Mahaesa!
Dalam Kristus kita kenal Allah Yang Hidup, Bapa kekal!
Langit, buana semesta patut memuji kuasaNya tak henti,
Limpah kasihNya tak terperi.

2. Haleluya! Pujilah Allah Yang Agung, Mahaesa!
Dalam Kristus kita kenal Allah Yang Hidup, Bapa kekal!
Wahai dunia, soraklah! Angkat suaramu, nyanyilah!
Tabuhlah tifa dan gendang, iringi puji dalam tembang!

Rabu, 25 Juli 2012

Perbedaan antara kekuatan dan keberanian


Dibutuhkan kekuatan untuk meyakini sesuatu,

Dibutuhkan keberanian untuk memiliki keraguan.

Dibutuhkan kekuatan untuk menyesuaikan diri,
Dibutuhkan keberanian untuk tampil beda.

Dibutuhkan kekuatan untuk merasakan kepedihan seorang teman,
Dibutuhkan keberanian untuk merasakan pedihan Anda sendiri.

Dibutuhkan kekuatan untuk menyembunyikan kepedihan Anda sendiri,
Dibutuhkan keberanian untuk menunjukkannya pada orang lain.

Dibutuhkan kekuatan untuk waspada,
Dibutuhkan keberanian untuk menurunkan kewaspadaan Anda.

Dibutuhkan kekuatan untuk menaklukan,
Dibutuhkan keberanian untuk menyerah.

Dibutuhkan kekuatan untuk bersabar menerima penghinaan,
Dibutuhkan keberanian untuk menghentikan mereka.

Dibutuhkan kekuatan untuk berdiri sendiri,
Dibutuhkan keberanian untuk bersandar pada seorang teman.

Dibutuhkan kekuatan untuk mencintai,
Dibutuhkan keberanian untuk dicintai.

Dibutuhkan kekuatan untuk bertahan hidup,
Dibutuhkan keberanian untuk menjalani hidup
.
(David L. Griffit)


Anda membutuhkan baik kekuatan maupun keberanian untuk menjalani kehidupan ini, namun Anda butuh kebijaksanaan untuk menentukan kapan harus menggunakan keberanian dan kapan harus menggunakan kekuatan. Jika tidak, keduanya bisa berdampak negatif bagi kehidupan Anda.

Gadis sempurna

Seorang laki-laki ditanya oleh temannya mengapa ia belum menikah?
Orang itu menjawab, “Ya, saya belum pernah bertemu dengan gadis yang tepat … saya kira karena saya mencari gadis yang sempurna.”
“Oh, yang benar saja,” kata temannya itu,” Tentunya kamu pernah bertemu dengan setidaknya seorang gadis yang ingin kamu nikahi.”
“Ya, pernah ada seorang gadis. Saya kira ia seorang gadis yang sempurna .. satu-satunya gadis sempurna yang pernah saya jumpai. Ia cocok dengan apapun .. saya sungguh berpendapat bahwa ia adalah gadis yang sempurna untuk saya.”
“Lalu, mengapa kamu tidak menikahinya,” tanya temannya itu.
“Karena ia mencari laki-laki yang sempurna,” jawab orang itu.

DoA Seorang Perempuan

Tuhanku,

Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku.

Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau.
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada disebelahnya.
Aku tidak meminta seorang yang sempurna, namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku  dapat membuatnya sempurna dimataMU.

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta :
  • Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.
  • Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
  • Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku datang  dariMU bukan dari luar diriku.
  • Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
  • Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
  • Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.
  • Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami  berdua dapat mengatakan "betapa besarnya Tuhan itu karena
Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.
Dalam nama Yesus aku berdoa.Amin

Jumat, 29 Juli 2011

Apakah Anda Sudah Belajar ?

Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya, saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai... 


Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya...

Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yg begitu perhatian pada saya.. 
Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik.... 

Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh ,walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati... 
Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya.... 

Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya.....dan untuk itu saya harus memaafkannya... 
Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain....,kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus....

Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya...
Saya belajar, bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri....

Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan.... 
Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda.... 

Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya.... 
Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati.... 

Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya... 
Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis.... 

Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai... 
Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya.... 

Selamat belajar...